Kamis, 19 Juli 2012

Change or Die

Alhamdulillah sore yang cerah ini finally aku bisa menulis lagi setelah sekian bulan 'vaccum' (ceilleee kayak penulis udah terkenal aja) ^_^
sekedar torehan sekaligus sebagai pembelajaran diri.. bismillah semoga bermanfaat ya Blogger..

Pernahkah  dong blogger melihat  seekor elang perkasa meliuk-liuk di atas udara..? Apa yang blogger pikirkan mengenai binatang yang satu ini?! Tentu terlintas pikiran bahwa sang elang adalah penguasa langit yang diberi kodrat dari Sang pencipta untuk menjadi “Raja” di udara. Terbukti elang dikaruniai umur yang paling panjang jika dibandingkan saudara-saudara unggas lainnya.


Seekor elang dewasa mampu bertahan hidup sampai umur 70 tahun. Namun, tahukah kawan bahwa setiap elang dewasa yang memasuki usia ke-40 harus membuat keputusan yang berat dalam hidupnya? ?? Suatu perubahan besar menanti dan keputusan besar harus mampu ia ambil.


Hal ini terjadi terjadi akibat paruhnya tidak mampu lagi menangkap mangsa. Paruh sang elang menjadi kepanjangan dan bengkok ke dalam hingga hampir menyentuh dada. Demikian juga cakarnya yang menua mengakibatkannya sulit mencengkeram mangsa. Hal lain yang terjadi dengan berjalannya usia adalah bulu sang elang bertambah lebat dan berat sehingga sang elang sulit terbang tinggi. Hanya ada dua pilihan berat yang harus dipilihnya, mati kelaparan atau menjalani proses perubahan yang sangat menyakitkan selama 150 hari. Proses ini mengharuskan ia terbang ke atas puncak gunung yang tinggi untuk memulai proses perubahan.


Pertama, elang harus menghantamkan paruhnya berkali-kali pada batu sampai terlepas dari mulutnya. Setelah paruh terlepas, sang elang harus menunggu sampai paruh barunya tumbuh kembali. Proses kedua, sang elang juga harus mencabut cakarnya yang sudah menua untuk membiarkan tumbuhnya cakar yang baru. Proses terakhir adalah mencabut satu per satu bulu di sekitar tubuhnya. Inilah proses yang panjang dan menyakitkan yang harus ia jalani selama lima bulan. Berkat proses inilah si elang mampu hidup 30 tahun lebih lama.


Pernahkah kita harus mengambil keputusan yang berat untuk berubah dalam kondisi yang sangat sulit..? Kita mungkin perlu membuang kebiasaan-kebiasaan yang telah lama mengekang hidup kita. Kebiasaan-kebiasaan yang sekilas tidak mengganggu, santai, menyenangkan, dan tidak memaksa kita untuk keluar dari kenyamanan, tetapi kita harus menggantikannya dengan kebiasaan yang memaksa kita berpikir keras, bekerja lebih keras, menjalani tantangan yang berat. Namun, pilihan kita yang kedua ini menjanjikan masa depan yang lebih cerah.


Perubahan itu akan datang dan bersiaplah untuk berubah. Semakin lama kita menolak untuk berubah, semakin sulit bagi kita untuk bangkit. Semuanya bergantung pada kita sendiri! 
Keep Hamasah blogger